Kamis, 18 November 2010

Penduduk Wasior dan Mentawai Tak Masalah Direlokasi

 

Jakarta - Status tanggap darurat untuk daerah bencana Wasior dan Kepulauan Mentawai sudah dicabut. Saat ini kedua daerah tersebut sudah memasuki tahap relokasi penduduk ke tempat yang lebih aman.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menjelaskan, tahap relokasi penduduk di kedua daerah tersebut berjalan dengan lancar. Dia menambahkan, penduduk di kedua daerah tersebut tidak ada yang keberatan saat dipindahkan.

"Di Mentawai relokasi tidak masalah, begitu juga di Wasior. Tapi tetap perlu ada penjelasan dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, kalau relokasi ini demi keselamatan meraka," ujar Agung di Kantor Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2010).

Agung merasa bersyukur karena proses relokasi ini tidak ada hambatan yang terlalu berarti. Hanya saja, dikatakan politisi Golkar ini, penduduk sedikit mengajukan permintannya kepada pemerintah sebelum mereka direlokasi. 

"Mereka bersedia (direlokasi), hanya saja mereka minta nama kampung mereka tidak berubah," kata Agung.

Agung tidak keberatan dengan permintaan itu. Agung pun mengerti permintaan itu karena warga ingin ciri khas daerah yang didiami dulu tetap hidup.

"Jadi misalnya ada kampung namanya Tanah Abang lalu dipindahkan ke gunung, nah mereka ingin namanya kampung itu tetap Tanah Abang. Jadi rasanya kan tidak pindah," kata Agung sambil melepaskan tawanya.

Relokasi untuk Mentawai sendiri lanjut Agung sudah dipindahkan ke daerah yang lebih tinggi tepatnya di kawasan pegunungan. "Sedangkan untuk Wasior, relokasinya tidak terlalu jauh dari kota Wasior yang sekarang. Ya pada intinya keduanya direlokasi ke tempat yang lebih aman," jelas pria berkacamata ini.

Sebelumnya banjir bandang menerpa Wasior, Papua Barat pada Minggu (4/10). Bencana ini menyebabkan 145 tewas, 179 luka berat, 64 luka ringan, dan 103 orang hilang. Sedangkan di Mentawai , gempa 7,2 SR yang disusul dengan gelombang tsunami yang menyebabkan beberapa desa luluh lantak.

Kedatangan Obama Tambah Investasi 1 Miliar Dolar AS

Rabu, 10 November 2010 , 00:45:00 WIB

BARACK OBAMA/IST
  
RMOL.Kalangan pengusaha dan menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) menyikapi secara berbeda kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia, kemarin.
Menteri Perindustrian MS Hidayat yakin, kedatangan Oba­ma akan bermanfaat bagi eko­nomi, khususnya investasi. Seti­dak­nya 1 miliar dolar AS bisa di­kan­tongi oleh pemerintah dalam kunjungan kenegaraan tersebut. Apalagi, sambung Hidayat, terget pertum­buhan ekonomi Indonesia tahun ini ter­tinggi di ASEAN, yakni se­kitar enam persen.
“Kita satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G-20. Jadi secara makro, kita pasti be­nar. Tapi faktanya, inves­tasi AS masih jauh di bawah ne­gara lain. Saya berharap, inves­tasi AS bisa masuk meskipun kita ti­dak bisa ber­­harap terlalu besar ka­rena me­reka sedang recovery (pe­mu­lihan) eko­nomi,” jelas Hidayat di Ja­karta, kemarin.
Hidayat mengaku diminta Pre­siden SBY untuk mendampingi per­temuan bilateral antara Indo­nesia dan AS. Karena itu, dia ber­harap AS bisa berinvestasi di in­dustri-industri alat berat. Saat ini, in­vestasi Negeri Paman Sam ini ba­ru meliputi mining (pertam­ba­ngan) dan oil resourse (minyak bumi).
“Cap Carterpillar sudah masuk. Nilai investasinya hampir satu miliar dolar AS. Yang di atas satu miliar baru Hankook, Korea. Tar­get kenaikan investasi dengan datangnya Obama harus di atas 1 miliar dolar AS,” ujarnya.
Berbeda dengan Hidayat, Ke­tua Umum Apindo) Sofjan Wa­nandi menilai, kedatangan Oba­ma tidak akan banyak mem­bawa peluang investasi. Hal yang harus diingat, lanjut dia, kondisi eko­nomi keuangan ekonomi AS se­dang sulit, sehingga Indonesia tidak bisa berharap terlalu ba­nyak.
“Saya berharap agar hubungan perdagangan bisa berlanjut dan AS bisa membuka pintu masuk. Jangan membuat kebijakan yang menyulitkan. Kerja sama AS saat ini lebih kepada pendidikan, kea­manan dan bukan di bidang eko­nomi. Terutama bidang keama­nan mengingat AS bukan lagi me­rupakan satu-satunya ne­gara super power (adi kuasa) se­hing­ga perlu memperkuat ten­tara ke­amanan,” pungkas Sofjan.
Data ekonomi AS menyebut­kan, dolar AS sempat melemah ter­­hadap euro dan yen. Semen­tara dalam sebuah laporan dise­but­kan, penjualan rumah di AS me­rosot 27,2  persen. Ter­endah se­lama 11-tahun ini. Data itu jauh lebih buruk dari perkiraan pe­snga­mat sehingga me­micu ke­takutan lambatnya pe­mulihan ekonomi di AS.

Kamis, 04 November 2010

Alamat Blog Teman Nuri

1.http://adeirmagarmen.blogspot.com/
2. http://astigarmen.blogspot.com/
3.
4. http://phencenkzaiiankzgajah.blogspot.com/
5.
6. http://erthagarmen.blogspot.com/
7. http://si-shahnaz.blogspot.com/
8. http://hanakristan300.blogspot.com/
9. http://ikagarmen.blogspot.com/
10. http://bonitasejati.blogspot.com/
11.
12. http://andregarmen.blogspot.com/
13. http://fiemoncy.blogspot.com/
14. http://miyagarmen.blogspot.com/
15. http://mujayatungarmen.blogspot.com/
16. http://leagarmen.blogspot.com/
17. http://nurigarment.blogspot.com/
18. http://nurulalfiagarmen.blogspot.com/
19. http://mithagarmen.blogspot.com/
20. http://kykers.blogspot.com/
21. http://rinigarmen.blogspot.com/
22. http://riezcaagarmend.blogspot.com/
23.
24.
25. http://rohagarmen.blogspot.com/
26. http://sellarositagarmen.blogspot.com/
27. http://setyoantikasarigarmen.blogspot.com/
28. http://sherlyithunkz.blogspot.com/
29. http://ismigarmen-ismigarmen.blogspot.com/
30. http://yunigarmen.blogspot.com
31. http://tirtagarmen.blogspot.com/
32. http://via-viagarmen.blogspot.com/
33.

Kamis, 14 Oktober 2010

INDUSTRI INDONESIA DI PERSIMPANGAN JALAN

"Kalau ada perusahaan garmen atau tekstil tutup maupun mem-PHK karyawannya, itu hal biasa di tahun 2003-2004. Kalau ada yang masih bisa survive, bertahan hidup, itu alhamdulillah. Kalau ada yang bisa ekspansi, wah…itu ajaib". Ironis dan getir. Demikian jeritan para pelaku bisnis yang bergerak dalam industri tekstil dan garmen. Keluhan serupa dijumpai untuk pemain bisnis dalam industri sepatu. unskilled labour intensive industry, ULI), mencapai 86 persen, dengan nilai ekspor hampir 8 milyar dolar AS (lihat Tabel 1). Namun ekspor komoditi tekstil, garmen, dan sepatu terus menerus mengalami penurunan sejak tahun 1994. Dilihat dari nilai ekspor memang mengalami kenaikan, namun pangsanya terhadap total ekspor ULI cenderung menurun dari tahun ke tahun (lihat Gambar 1). Ekspor sepatu menunjukkan trend meningkat selama 1990-96, namun mulai menurun sejak tahun 2000.
Tentu saja keluhan ini perlu mendapat perhatian. Industri tekstil, garmen, dan sepatu berperanan penting dalam menyerap tenaga kerja dan ekspor nonmigas. Industri TPT (tekstil dan produk tekstil) merupakan industri yang tak bisa diabaikan peranannya. Setidaknya ada sekitar 98.000 unit usaha kecil dan menengah (UKM) yang menekuni industri ini. Data menunjukkan, UKM-TPT ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 490.000 dengan nilai produksi 14,7 trilyun dan ekspor US$ 900 juta. Industri skala besar yang menggeluti bisnis ini umumnya padat karya dan mengandalkan tenaga kerja yang murah. Total penyerapan tenaga kerja industri TPT diperkirakan mencapai 3,2 juta. Tak berlebihan bila ada yang menyebut industri ini sebagai primadona ekspor nonmigas dan penyedia lapangan kerja Indonesia.
Sejauh mana sumbangan industri ini dalam ekspor nonmigas? Sumbangan produk industri tekstil, garmen, dan sepatu dalam konfigurasi ekspor nonmigas dari industri padat karya (